Jumat, 18 April 2014

Makalah Tujuan Pembelajaran (Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran)





TUJUAN PEMBELAJARAN

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Evaluasi Pembelajaran










JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014


KATA PENGANTAR
Puji dan syukur yang sebesar – besarnya kami panjatkan atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT, karena mustahil bagi kami untuk menyelesaikan makalah ini tanpa RidhoNya.
            Dengan diselesaikannya makalah ini, penulis menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya, atas segala bantuan, bimbingan, dukungan serta pengarahan yang telah diberikan kepada penulis, diantaranya:
1.      Orang tua yang telah memberikan dorongan baik dalam segi materi maupun moral, sehingga kami bisa menjadi seperti saat ini.
2.      Dosen pengampu mata kuliah Evaluasi Pembelajaran yang telah memberikan banyak sekali bimbingan selama perkuliahan
3.      Rekan – rekan maupun para sahabat yang selalu ada untuk memberika spirit semangat tersendiri bagi kami untuk terus menjadi lebih baik.
4.      Para pihak – pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Demikianlah makalah ini dibuat, penulis mohon maaf yang sebesar – besarnya apa bila dalam penulisan makalah ini terdapat banyak sekali kesalahan baik dalam segi penulisan maupun sebagainya. Kritik dan saran yang membangun dari pembaca selalu penulis tunggu sebagai bahan evaluasi untuk pembuatan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada orang lain secara umum serta bagi penulis sendiri pada khususnya serta atas perhatian, kritik dan sarannya penulis sampaikan terimakasih

Semarang, 14 April 2014
Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

01
KATA PENGANTAR 

02
DAFTAR ISI

03
BAB I PENDAHULUAN


Latar Belakang

04
Rumusan Masalah

04
Tujuan

05
Manfaat

05
BAB II PEMBAHASAN


Pengertian Tujuan Pembelajaran

06
Tingkat Spesifikasi Tujuan Pembelajaran

07
Taksonomi Tujuan Pembelajaran

08
Merumuskan Tujuan Pembelajaran

18
BAB III PENUTUP


Kesimpulan

20
Kritik dan Saran

21
DAFTAR PUSTAKA

22


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Kegiatan pembelajaran yang dibangun oleh guru dan siswa adalah kegiatan yang bertujuan. Sebagai kegiatan yang bertujuan, maka segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dengan demikian dalam setting pembelajaran, tujuan merupakan pengikat segala aktivitas guru dan siswa. Oleh sebab itu, merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang program pembelajaran.
Salah satu sumbangan terbesar dari aliran psikologi behaviorisme terhadap pembelajaran bahwa pembelajaran seyogyanya memiliki tujuan. Gagasan perlunya tujuan dalam pembelajaran pertama kali dikemukakan oleh B.F. Skinner pada tahun 1950. Kemudian diikuti oleh Robert Mager pada tahun 1962 yang dituangkan dalam bukunya yang berjudul Preparing Instruction Objective.
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962) mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Sementara itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah berlangsung pembelajaran .
Berdasarkan pada beberapa fakta di atas, maka penulis mengambil tema “ Tujuan Pembelajaran” dengan maksud agar dapat mengetahui tentang cara-cara perumusan tujuan pembelajaran yang baik.

1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah penulis buat, maka dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas. Adapun rumusan masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1.2.1        Apakah yang dimaksud dengan tujuan pembelajaran?
1.2.2        Bagaimanakah tingkat spesifikasi tujuan pembelajaran?
1.2.3        Apasajakah taksonomi tujuan pembalajaran?
1.2.4        Bagaimanakah cara merumuskan tujuan pembelajaran?

1.3    Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan yang telah ditentukan, maka penulis juga dapat merumuskan tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah tersebut, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.3.1        Mengetahui pengertian dari tujuan pembelajaran.
1.3.2        Mengetahui tingkat spesifikasi tujuan pembelajaran.
1.3.3        Mengetahui taksonomi tujuan pembelajaran.
1.3.4        Mengetahui cara merumuskan tujuan pembelajaran.

1.4    Manfaat Penulisan
Berdasarkan makalah yang ditulis, penulis berharap dapat memberikan manfaat kepada beberapa pihak, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.4.1        Untuk Penulis Makalah
Mendapatkan pengetahuan serta wawasan baru tentang pembuatan makalah yang baik dan benar serta dapat mengetahui bagaimana hasil makalah buatan penulis, selain itu juga dapat menambah wasasan penulis tentang tujuan pembelajaran.
1.4.2        Untuk Pembaca
Dapat memberikan tambahan bahan referensi dalam proses perkuliahan.
1.4.3        Untuk Mahasiswa Pada Umumnya
Menumbuhkan sifat kritis bagi mahasiswa terhadap sesuatu yang baru serta menambahkan motivasi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Tujuan Pembelajaran
Tujuan merupakan hasil usaha yang diinginkan, yakni hasil yang diinginkan pada akhir serangkaian kegiatan. Tujuan hendaknya dinyatakan sebelum pelaksanaan kegiatan, dan perlu diriview secara terus menerus baik isi (substansi) maupun teknis penulisannya.
Tujuan pembelajaran merupakan deskripsi tentang perubahan perilaku yang diinginkan atau deskripsi produk yang menunjukkan bahwa belajar telah terjadi (Gerlach dan Ely, 1980). Tujuan pembelajaran itu merupakan bentuk harapan yang dikomunikasikan melalui pertanyaan dengan cara menggambarkan perubahan yang diinginkan pada diri siswa, yakni pernyataan tentang apa yang diinginkan pada diri siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajar.
Pentingnya perumusan tujuan di dalam kegiatan pembelajaran adalah karena adanya beberapa alasan:
1.        Memberikan arah kegiatan pembelajaran. Bagi guru, tujuan pembelajaran akan mengarahkan pemilihan strategi dan jenis kegiatan yang tepat. Sedangkan bagi siswa, tujuan itu mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang diharapkan dan mampu menggunakan waktu seefesien mungkin.
2.        Untuk mengetahui kemajuan belajar dan perlu tidaknya pemberian pembelajaran pembianaan bagi siswa (remedial teaching). Dengan tujuan pembelajaran itu guru akan mengetahui seberapa jauh siswa telah menguasai tujuan pembelajaran tertentu, dan tujuan pembelajaran yang mana yang belum dikuasai.
3.        Sebagai bahan komunikasi. Dengan tujuan pembelajaran guru dapat mengkomunikasikan tujuan pembelajarannya  kepada siswa sehingga siswa dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti proses pembelajaran.


2.2    Tingkat Spesifikasi Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dapat dirumuskan pada berbagai tingkat spesifikasi. Tujuan yang berspesifikasi umum disebut tujuan umum pembelajaran, yakni berupa rumusan hasil belajar yang dapat dicapai dalam satu unit pembelajaran. Tujuan yang berspesifikasi khusus disebut tujuan pembelajaran khusus, yakni rumusan tentang hasil belajaran yang dapat dicapai dalam satu atau beberapa sub unit pembelajaran.
1.        Tujuan Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) merupakan hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam ukuran cukup umum yang mencakup serangkaian hasil belajar yang bersifat spesifik. Misalnya menguasai makna materi pembelajaran tertulis.
Satu masalah di dalam merumuskan tujuan pembelajaran umum adalah pemilihan tingkat keumumannya. Apabila guru merumuskan tujuan dalam bentuk lebih umum, ini berarti ia akan menyediakan keterpaduan fakta-fakta dan keterampilan spesifik ke dalam pola-pola respon yang lebih kompleks. Dengan menyatakan tujuan umum, guru dapat memfokuskan pembelajaran dan tidak membatasi diri di dalam memilih metode pembelajaran ataupun materi pembelajaran tertentu. Berikut disajikan beberapa contoh tujuan pembelajaran umum:
a.       Mengetahui istilah-istilah penting
b.      Memahami konsep dan prinsip-prinsip
c.       Menerapkan prinsip-prinsip di dalam situasi tertentu
d.      Menafsirkan gambar-gambar
e.       Mendemonstrasikan keterampilan berpikir kritis
f.       Mengapresiasi karya seni
Kata kerja pada permulaan masing-masing pernyataan tersebut adalah cukup umum. Derajat keumuman dapat agak bervariasi Sesuai dengan periode pembelajaran. Tujuan unit pembelajaran tertentu mungkin lebih spesifik daripada unit pembelajaran lainnya.


2.        Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK)
Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) merupakan hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk untuk kerja siswa yang dapat diamati dalam bersifat spesifik. Perumusan tujuan pembelajaran khusus yang didasarkan pada tujuan pembelajaran umum adalah lebih mudah, dan lebih jelas di dalam menyajikan tujuan pembelajaran.
Rumusan itu dapat memperjelas jenis unjuk kerja siswa yang diinginkan dalam rangka mencapai tujuan umum. Ini berarti bahwa setiap tujuan pembelajaran khusus hendaknya relevan dengan tujuan pembelajaran umum. Rumusan tujuan khusus adalah memberikan definisi tentang istilah dengan kata-katanya sendiri.

2.3    Taksonomi Tujuan Pembelajaran
Istilah taksonomi pada mulanya berasal dari biologi yang digunakan untuk mengklasifikasikan  jenis-jenis tanaman dan binatang. Kemudian istilah itu digunakan di dalam dunia pendidikan untuk mengklasifikasikan kompleksitas tujuan pembelajaran secara hirarkhial.
Benyamin S. Bloom mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar ,yaitu: ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
1.        Ranah Kognitif (cognitive domain)
Ranah kognitif berkaitan dengan hasil belajar berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual. Ranah kognitif mencakup kategori berikut:
a)      Pengetahuan (knowledge)
Pengetahuan didefinisikan sebagai perilaku mengingat atau mengenali informasi (materi pembelajaran) yang telah dipelajari sebelumnya, meliputi pengingatan kembali tentang rentang materi yang luas, mulai dari fakta spesifik sampai teori yang kompleks. Kemampuan yang termasuk dalam kategori ini adalah mengingat atau mengenal informasi, menghitung fakta atau data, mengingat proses, kaidah, definisi, mengutip undang-undang atau prosedur, mendeskripsikan, menamai, mendaftar, menghubungkan, mereproduksi, memilih, dan menyatakan.
b)      Pemahaman (comprehension)
Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan memperoleh makna dari materi pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan melalui penerjemahan materi pembelajaran, dan melalui mengestimasikan kecenderungan masa depan. Kemampuan yang termasuk dalam kategori ini adalah memahami makna, menyatakan kembali informasi dengan kat-katanya sendiri, menafsirkan, mengekstrapolasi, menterjemahkan, menjelaskan atau menafsirkan makna dari suatu pernyataan, mereaksi atau menyelesaikan masalah, membuat contoh, mengkritik, mengklasifikasi, meringkas, memuat ilustrasi, mereview, mendiskusikan, melaporkan, menulis, membuat estimasi, dan membuat teori.
c)      Penerapan (application)
Penerapan mengacu pada kemampuan menggunakan materi pembelajaran yang telah dipelajari di dalam situasi baru dan kongkrit. Hal ini mencakup penerapan hal-hal seperti aturan, metode, konsep, prinsip-prinsip, dalil, dan teori. Hasil pembelajaran ini memerlukan tingkat pemahaman yang lebih tinggi.
d)     Analisis (analysis)
Analisis mengacu pada kemampuan memecahkan material ke dalam bagian-bagian sehingga dapat dipahami struktur organisasinya. Hal ini mencakup identifikasi bagian-bagian, analisis hubungan antar bagian dan mengenali prinsip-prinsip pengorganisasian. Hasil belajar ini mencerminkan tingkat intelektual lebih tinggi dari pemahaman dan penerapan, karena memerlukan pemahaman isi dan bentuk structural materi pembelajaran yang telah dipelajari.
e)      Sintesis (synthesis)
Sintesis mengacu pada kemampuan menggabungkan bagian-bagian dalam rangka membentuk struktur yang baru. Hal ini mencakup memproduksi komunikasi yang unik (tema atau percakapan), perencanaan operasional (proposal), atau seperangkat hubungan yang abstrak (skema untuk mengklasifikasi informasi). Hasil belajar ini menekankan perilaku kreatif, dengan penekanan dasar pada pembentukan struktur atau pola baru.
f)       Penilaian (evaluation)
Penilaian mengacu pada kemampuan membuat keputusan tentang nilai materi pembelajaran (pernyataan, novel, evaluasi, puisi, laporan) untuk tujuan tertentu. Keputusan itu didasarkan pada kriteria tertentu, mungkin berupa kriteria internal (organisasi) atau kriteria ekternal (relevansi terhadap tujuan) dan siswa dapat menetapkan kriteria sendiri.
Kata kerja operasional yang menunjukkan jenis perilaku pada ranah kognitif adalah sebagai berikut:
Kategori Jenis Perilaku
Kata Kerja Operasional
a.       Pengetahuan
a.       Mengidentifikasi
b.      Menyebutkan
c.       Memberi nama pada
d.      Menunjukkan
e.       Menyusun daftar
f.       Menggarisbawahi
g.      Menjodohkan
h.      Memilih
i.        Memberi definisi
j.        Menyatakan
b.      Pemahaman
a.       Menjelaskan
b.      Menguraikan
c.       Merumuskan
d.      Merangkum
e.       Mengubah
f.       Memberikan contoh tentang
g.      Menyadu
h.      Meramalkan
i.        Menyimpulkan
j.        Memperkirakan
k.      Menerangkan
c.       Penerapan
a.       Mendemontrasikan
b.      Menghitung
c.       Menghubungkan
d.      Memperhitungkan
e.       Membuktikan
f.       Menghasilkan
g.      Menunjukkan
h.      Melengkapi
i.        Menyediakan
j.        Menyesuaikan
k.      Menemukan
d.      Analisis
a.       Memisahkan
b.      Menerima
c.       Menyisihkan
d.      Menghubungkan
e.       Memilih
f.       Membandingkan
g.      Mempertentangkan
h.      Membagi
i.        Membuat diagram/skema
j.        Menunjukkan hubungan antara
e.       Sintesis
a.       Mengkategorikan
b.      Mengkombinasikan
c.       Mengarang
d.      Menciptakan
e.       Mendesain
f.       Mengatur
g.      Menyusun kembali
h.      Merangkaikan
i.        Menghubungkan
j.        Menyimpulkan
k.      Merancang
l.        Membuat pola
f.       Evaluasi
a.       Memperbandingkan
b.      Menyimpulkan
c.       Mengkritik
d.      Mengevaluir
e.       Membuktikan
f.       Memberikan argumentasi
g.      Menafsirkan
h.      Membahas
i.        Menaksir
j.        Memilih Antara
k.      Menguraikan
l.        Membedakan
m.    Melukiskan
n.      Mendukung
o.      menyokong

2.        Ranah Afektif (affective domain)
Tujuan pembelajaran ini berhubungan dengan perasaan ,sikap,minat,dan nilai. Kategori tujuannya mencerminkan hirarki yang berentangan dari keinginan untuk menerima sampai dengan pembentukan pola hidup.Kategori tujuan pembelajaran afektif adalah sebagai berikut:
a)      Penerimaan (receiving)
Penerimaan mengacu pada keingginan siswa untuk menghadirkan rangsangan atau fenomena tertentu (aktifitas kelas ,buku teks,music,dan sebagainya).Dari sudut pandang pembelajaran,ia berkaitan  dengan memperoleh ,menangani,dan mengarahkan perhatian siswa.Hasil belajar ini berentangan dari kesadaran sederhana tentang adanya sesuatu sampai pada perhatian selektif yang menjadi bagian milik individu siswa.Penerimaan ini mencerminkan tingkat hasil belajar paling rendah di dalam ranah efektif.
b)      Penganggapan (responding)
Mengacu pada partisipasi aktif pada diri siswa .Pada tingkat ini siswa tidak hanya menghadirkan fenomena tertentu tetapi juga mereaksinya dengan berbagai cara.Hasil belajar di bidang ini adalah penekanan pada kemahiran merespon (membaca materi pembelajaran),keinginan merespon (mengerjakan tugas secara sukarela ),atau kepuasan dalam merespon (membaca untuk hiburan).Tingkat yag lebih tinggi dari kkategori ini  adalah mencakup tujuan pembelajaran yang umumnya diklasifikasikan ke dalam minat siswa,yakni minat yang menekankan pencarian dan penikmatan kegiatan tertentu.
c)      Penilaian (valuving)
Penilaian berkaitan dengan harga atau nilai yang melekat pada objek fenomena atau perilaku tertentu pada diri siswa.Penilaian ini berentangan dari penerimaan nilai yang lebih sederhana (keinginan memperbaiki keterampilan kelompok ),sampai  pada tingkat  kesepakatan yang kompleks (bertanggung jawab  agar berfungsi secara efektif pada kelompok).Penilaian didasarkan pada internalisasi seperangkat nilai tertentu ,namu menunjukkan nilai-nilai yang diungkapkan didalam perilaku yang ditampakkan oleh siswa.Tujuan pembelajaran yang diklasifikasikan ke dalam sikap dan apresiasi akan masuk ke dalam kategori ini.
d)     Pengorganisasian (organization)
Pengorganisasian berkaitan dengan perangkaian nilai –nilai yang berbeda ,memecahkan kembali konflik-konflik antar nilai,dan mulai menciptakan system nilai yang konsisten secara internal.Hasil belajar ini dapat berkaitan dengan konseptualisasi nilai(mengenali tanggung jawab setiap individu untuk memperbaiki hubungan antar manusia )atau pengorganisasian system nilai (mengembangkan rencana kerja yang memenuhi kebutuhan sendiri baik dalam hal peningkatan ekonomi maupun pelayanan sosial).Tujuan pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan pandangan hidup dapat dimasukkan kedalam kategori ini.
e)      Pembentukan Pola Hidup (organization by a value complex)
Pada tingkat ranah afektif ini ,individu siswa memiliki system nilai yang telah mengendalikan perilakunya dalam waktu yang cukup lama sehingga mampu mengembangkannya menjadi karakteristik gaya hidupnya.Perilaku pada tingkat ini adalah bersifat pervasive ,konsisten,dan dapat diramalkan .Hasil belajar pada tingkat ini mencakup berbagai aktivitas yang luas ,namun penekanan dasarnya adalah pada kekhasan perilaku siswa atau siswa memiliki karakteristik yang khas .
Kata kerja operasional yang menunjuk pada ranah afektif adalah sebagai berikut :
KategoriJenis Perilaku
Kata KerjaOperasional
a.       Penerimaan
a.       Menanyakan
b.      Memilih
c.       Mengikuti
d.      Menjawab
e.       Melanjutkan
f.       Memberi
g.      Menyatakan
h.      Menempatkan
b.      Partisipasi
a.       Melaksanakan
b.      Membantu
c.       Menawarkan  diri
d.      Menyambut
e.       Menolong
f.       Mendatangi
g.      Melaporkan
h.      Menyumbangkan
i.        Menyiesuaikan diri
j.        Berlatih
k.      Menampilkan
l.        Membawakan
m.    Mendiskusikan
n.      Menyelesaikan
o.      Menyatakan persetujuan
p.      Mempraktikkan
c.       Penilaian
a.       Menunjukkan
b.      Melaksanakan
c.       Menyatakan pendapat
d.      Mengikuti
e.       Mengambil prakarsa
f.       Memilih
g.      Ikut serta
h.      Menggabungkan diri
i.        Mengundang
j.        Mengusulkan
k.      Membela
l.        Menuntun
m.    Membenarkan
n.      Menolak
o.      Mengajar
d.      Organisasi
a.       Merumuskan
b.      Berpegang pada
c.       Mengintegrasikan
d.      Menghubungkan
e.       Mengaitkan
f.       Menyusun
g.      Mengubah
h.      Melengkapi
i.        Menyempurnakan
j.        Menyesuaikan
k.      Menyamakan
l.        Mengatur
m.    Memperbandingkan
n.      Mempertahankan
o.      Memodifikasikan
e.       Pembentukan Pola Hidup
a.       Bertindak
b.      Menyatakan
c.       Memprlihatkan
d.      Mempraktikkan
e.       Melayani
f.       Mengundurkan diri
g.      Membuktikkan
h.      Menunjukkan
i.        Bertahan
j.        Mempertimbangkan
k.      Mempersoalkan

3.        Ranah Psikomotorik (psychomotoric domain)
Tujuan pembelajaran ranah psikomotorik menunjukkan adanya kemampuan fisik seperti keterampilan motorik dan syaraf ,manipulasi objek ,dan koordinasi syaraf. Penjabaran ranah psikomotorik ini sangat sukar karena sering kali tumpang tindih dengn ranah kognitif dan afektif. Kategori jenis perilaku untuk ranah psikomotorik menurut Elizabet Simpson adalah sebagai berikut:
a)      Persepsi (perception)
Persepsi ini berkaitan dengan penggunaan organ penginderaan untuk memperoleh petunjuk yang memandu kegiatan motorik .kategori ini berentangan dari rangsangan penginderaan (kesadaran akan adanya stimulus),melalui pemberian petunjuk pemilihan (memilih petunjuk yang relevan dengan tugas),sampai penerjemahan (menghubungkan persepsi pada petunjuk dengan tindakan di dalam sesuatu perbuata tertentu).
b)      Kesiapan (set)
Kesiapan mengacu pada pengambilan tipe kegiatan tertentu .Kategori ini mencakup kesiapan mental (kesiapan mental untuk bertindak), kesiapan jasmani (kesiapan jasmani untuk bertindak),dan kesiapan mental (keinginan untuk bertindak).Pada tingkat ini persepsi terhadap petunjuk menjadi prasyarat p;enting.
c)      Gerakan terbimbing (guided response)
Gerakan terbimbing berkaitan dengan tahap-tahap awal didalam belajar keterampilan kompleks.Ia meliputi  peniruan (mengulangi tindakan yang didemontrasikan oleh guru) dan mencoba-coba (dengan menggunakan pendekatan gerakan ganda untuk mengidentifikasikan gerakan yang baik).Kecukupan unjuk kerja ditentukan oleh guru atau oleh seperangkat criteria yang sesuai.
d)     Gerakan terbiasa (mechanism)
Gerakan terbiasa berkaitan  dengan tindakan unjuk kerja dimana gerakanyang telah dipelajari itu telah menjadi biasa dan gerakan dapat dilakukan  dengan sangat menyakinkan  dan mahir.Hasil belajar pada tingkat ini berkaitan dengan keterampilan unjuk kerja dari berbagai tipe ,namun pola-pola gerakannya kurang kompleks dibandingkam dengan tingkatan berikutnya yang lebih tinggi .
e)      Gerakan kompleks (complex overt response)
Gerakan kompleks berkaitan dengan kemahiran unjuk kerja dari tindakan motorik yang mencakup pola-pola gerakan yang kompleks .Kecakapan ditunjukkan melalui kecepatan ,kehalusan,keakuratan,dan yang memerlukan energy minimum .Kategori ini mencakup pemecahan hal-hal yang tidak menentu (bertindak tanpa ragu-ragu)dan unjuk kerja otomatis (gerakan dilakukan dengan mudah dan pengendalian yang baik).Hasil belajar pada tingkat ini mencakup kegiatan motorik yang sangat terkoordinasi).
f)       Penyesuaian (adaption)
Penyesuaian berkaitan dengan keterampilan yang dikembangkan sangat baik sehingga individu siswa dapat memodifikasi pola-pola gerakan sesuai dengan persyaratan-persyaratan baru atau ketika menemui situasi masalah baru.
g)      Kreativitas (originality)
Kreativitas mengacu pada penciptaan pola-pola gerakan baru untuk disesuaikan dengan situasi tertentu atau masalah-masalah tertentu.Hasil belajar pada tingkat ni menekankan aktivitas yang didasarkan pada keterampilan yang benar-benar telah dikembangkan.
Kata kerja operasional yang menunjuk pada ranah psikomotorik adalah sebagai berikut:


Kategori Jenis Perilaku
Kata KerjaOperasional
a.       Persepsi
a.       Memilih
b.      Membedakan
c.       Mempersiapkan
d.      Menyisihkan
e.       Menunjukkan
f.       Mengidentifikasikan
g.      Menghubungkan
b.      Kesiapan
a.       Memulai
b.      Mengawali
c.       Bereaksi
d.      Mempersiapkan
e.       Memprakarsai
f.       Menanggapi
g.      Mempertunjukkan
c.       Gerakan Terbimbing
a.       Mempraktikkan
b.      Memainkan
c.       Mengikuti
d.      Mengerjakan
e.       Membuat
f.       Mencoba
g.      Memperlihatkan
h.      Memasang
i.        Membongkar
d.      Gerakan Terbimbing
a.       Mempraktikkan
b.      Memainkan
c.       Mengikuti
d.      Mengerjakan
e.       Membuat
f.       Mencoba
g.      Memperlihatkan
h.      Memasang
i.        Membongkar
e.       Gerakan terbiasa
a.       Mengoperasikan
b.      Membangun
c.       Memasang
d.      Membongkan
e.       Memperbaiki
f.       Melaksanakan
g.      Mengerjakan
h.      Menyusun
i.        Menggunakan
j.        Mengatur
k.      Mendemontrasikan
l.        Memainkan
m.    Menangani
f.       Gerakan Kompleks
a.       Mengoperasikan
b.      Membangun
c.       Memasang
d.      Membongkar
e.       Memperbaiki
f.       Melaksanakan
g.      Mengerjakan
h.      Menyusun
i.        Menggunakan
j.        Mengatur
k.      Mendemontrasikan
l.        Memainkan
m.    Menangani
g.      Penyesuaian Pola Gerakan
a.       Mengubah
b.      Mengadaptasikan
c.       Mengatur Kembali
d.      Membuat Variasi
h.      Kreativitas
a.       Merancang
b.      Menyusun
c.       Menciptakan
d.      Mendesain
e.       Mengkombinasikan
f.       Mengatur
g.      Merencanakan

2.4    Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan merupakan aspek penting didalam kegiatan pembelajarn karena tujuan itu akan memberikan arah dan  pemilihan strategi pembelajaran.Tujuan yang membingungkan sudah barang tentu akan mengarahkan pada kegiatan yang cenderung banyak yang menghabiskan biaya,waktu dan tenaga. Tujuan pembelajaran yang baik akan mengandung empat unsur pokok yaitu: (1) menyatakan orang (siswa)yang akan melakukan sesuatu kegiatan, (2) menggambarkan sesuatu yang dilakukan atau dihasilkan oleh siswa, (3) menyatakan kondisi dimana perilaku itu terjadi, (4) menyatakan standar yang menetapkan perolehan tujuan.
1.        Siswa (Audiences)
Tujuan pembelajaran khusus disamping menunjukkan jenis kegiatan yang harus dilakukan juga hasil yang harus dicapai oleh siswa,setelah mengalami proses pembelajaran .

2.        Perilaku (behavior)
Komponen perilaku siswa menggambarkan apa yang akan terjadi ,atau unjuk kerja yang akan menjadi penanda bahwa belajar telah terjadi .
3.        Kondisi (condition)
Komponen kondisi pada tujuan adalah bersifat tetap,yakni konteks dimana perilaku siswa aka ditampilkan .Kondisi itu biasanya menspesifikan materi pembelajaran ,sumber daya yang diperlukan atau keterbatasan yang dihadapi.
4.        Kriteria (criterion)
Komponen criteria pada tujuan merupakan bagian yang menyatakan tentang seberapa baik perilaku siswa aka ditampilkan.Kriteria ini dapat diungkapkan seperti presentase jawaban yang benar ,waktu penyelesaian dan sejenisnya.


BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
Berdasrkan pada pemaparan ada BAB II, penulis dapat menarik beberap kesimpulan agar dapat mempermudah pembaca dalam memahami isi dari makalah yang telah di buat. Adapun kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut:
·         Tujuan pembelajaran itu merupakan bentuk harapan yang dikomunikasikan melalui pertanyaan dengan cara menggambarkan perubahan yang diinginkan pada diri siswa, yakni pernyataan tentang apa yang diinginkan pada diri siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajar.
·         Tujuan pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1.      Tujuan Pembelajaran Umum (TPU) merupakan hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam ukuran cukup umum yang mencakup serangkaian hasil belajar yang bersifat spesifik.
2.      Tujuan Pembelajaran Khusus (TPK) merupakan hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk untuk kerja siswa yang dapat diamati dalam bersifat spesifik.
·         Benyamin S. Bloom mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar ,yaitu
1.      Ranah Kognitif (cognitive domain)
2.      Ranah Afektif (affective domain)
3.      Ranah Psikomotorik (psychomotoric domain)
·         Tujuan pembelajaran yang baik akan mengandung empat unsur pokok yaitu: (1) menyatakan orang (siswa)yang akan melakukan sesuatu kegiatan, (2) menggambarkan sesuatu yang dilakukan atau dihasilkan oleh siswa, (3) menyatakan kondisi dimana perilaku itu terjadi, (4) menyatakan standar yang menetapkan perolehan tujuan.


3.2  Kritik dan Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat banyak sekali kesalahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun selalu penulis tunggu sebagai media koreksi untuk pembuatan makalah selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

Rifa’i, Achmad. 2007. Evaluasi Pembelajaran. Semarang: UNNES PRESS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar