TUJUAN PEMBELAJARAN
MAKALAH
Disusun
untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Evaluasi Pembelajaran
JURUSAN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
FAKULTAS
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur yang sebesar – besarnya kami
panjatkan atas nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT, karena
mustahil bagi kami untuk menyelesaikan makalah ini tanpa RidhoNya.
Dengan
diselesaikannya makalah ini, penulis menyampaikan terimakasih dan penghargaan
yang setinggi – tingginya, atas segala bantuan, bimbingan, dukungan serta
pengarahan yang telah diberikan kepada penulis, diantaranya:
1.
Orang tua yang telah memberikan dorongan baik dalam
segi materi maupun moral, sehingga kami bisa menjadi seperti saat ini.
2.
Dosen pengampu mata kuliah Evaluasi Pembelajaran yang telah
memberikan banyak sekali bimbingan selama perkuliahan
3.
Rekan – rekan maupun para sahabat yang selalu ada
untuk memberika spirit semangat tersendiri bagi kami untuk terus menjadi lebih
baik.
4.
Para pihak – pihak yang terlibat dalam pembuatan
makalah ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Demikianlah makalah ini dibuat, penulis mohon
maaf yang sebesar – besarnya apa bila dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak sekali kesalahan baik dalam segi penulisan maupun sebagainya. Kritik dan
saran yang membangun dari pembaca selalu penulis tunggu sebagai bahan evaluasi
untuk pembuatan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat kepada orang lain secara umum serta bagi penulis sendiri
pada khususnya serta atas perhatian, kritik dan sarannya penulis sampaikan
terimakasih
Semarang, 14 April 2014
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
|
01
|
|
KATA
PENGANTAR
|
02
|
|
DAFTAR ISI
|
03
|
|
BAB I PENDAHULUAN
|
||
Latar Belakang
|
04
|
|
Rumusan Masalah
|
04
|
|
Tujuan
|
05
|
|
Manfaat
|
05
|
|
BAB II PEMBAHASAN
|
||
Pengertian Tujuan Pembelajaran
|
06
|
|
Tingkat Spesifikasi Tujuan Pembelajaran
|
07
|
|
Taksonomi Tujuan Pembelajaran
|
08
|
|
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
|
18
|
|
BAB III PENUTUP
|
||
Kesimpulan
|
20
|
|
Kritik dan Saran
|
21
|
|
DAFTAR PUSTAKA
|
22
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kegiatan pembelajaran yang dibangun oleh guru dan siswa adalah
kegiatan yang bertujuan. Sebagai kegiatan yang bertujuan, maka segala sesuatu
yang dilakukan guru dan siswa hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan. Dengan demikian dalam setting pembelajaran, tujuan merupakan
pengikat segala aktivitas guru dan siswa. Oleh sebab itu, merumuskan tujuan
merupakan langkah pertama yang harus dilakukan dalam merancang program pembelajaran.
Salah satu sumbangan terbesar dari aliran psikologi behaviorisme
terhadap pembelajaran bahwa pembelajaran seyogyanya memiliki tujuan. Gagasan
perlunya tujuan dalam pembelajaran pertama kali dikemukakan oleh B.F. Skinner
pada tahun 1950. Kemudian diikuti oleh Robert Mager pada tahun 1962 yang
dituangkan dalam bukunya yang berjudul Preparing Instruction Objective.
Merujuk pada tulisan Hamzah B. Uno (2008) berikut ini dikemukakan
beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli. Robert F. Mager (1962)
mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran adalah perilaku yang hendak dicapai atau
yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi dan tingkat kompetensi tertentu. Sementara
itu, Oemar Hamalik (2005) menyebutkan bahwa tujuan pembelajaran adalah suatu
deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh siswa setelah
berlangsung pembelajaran .
Berdasarkan pada beberapa fakta di atas, maka penulis mengambil
tema “ Tujuan Pembelajaran” dengan
maksud agar dapat mengetahui tentang cara-cara perumusan tujuan pembelajaran
yang baik.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telah penulis buat, maka
dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas. Adapun rumusan masalah tersebut
adalah sebagai berikut:
1.2.1
Apakah yang
dimaksud dengan tujuan pembelajaran?
1.2.2
Bagaimanakah
tingkat spesifikasi tujuan pembelajaran?
1.2.3
Apasajakah
taksonomi tujuan pembalajaran?
1.2.4
Bagaimanakah
cara merumuskan tujuan pembelajaran?
1.3 Tujuan
Penulisan
Berdasarkan rumusan yang telah ditentukan, maka penulis juga dapat
merumuskan tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah tersebut, adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.3.1
Mengetahui
pengertian dari tujuan pembelajaran.
1.3.2
Mengetahui tingkat
spesifikasi tujuan pembelajaran.
1.3.3
Mengetahui taksonomi
tujuan pembelajaran.
1.3.4
Mengetahui cara
merumuskan tujuan pembelajaran.
1.4 Manfaat
Penulisan
Berdasarkan makalah yang ditulis, penulis berharap dapat
memberikan manfaat kepada beberapa pihak, diantaranya adalah sebagai berikut:
1.4.1
Untuk
Penulis Makalah
Mendapatkan pengetahuan serta wawasan baru tentang pembuatan
makalah yang baik dan benar serta dapat mengetahui bagaimana hasil makalah
buatan penulis, selain itu juga dapat menambah wasasan penulis tentang tujuan
pembelajaran.
1.4.2
Untuk
Pembaca
Dapat memberikan tambahan bahan referensi dalam proses perkuliahan.
1.4.3
Untuk
Mahasiswa Pada Umumnya
Menumbuhkan sifat kritis bagi mahasiswa terhadap sesuatu yang baru
serta menambahkan motivasi mereka untuk terus berkarya dan berprestasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Tujuan Pembelajaran
Tujuan merupakan hasil usaha yang diinginkan, yakni hasil yang
diinginkan pada akhir serangkaian kegiatan. Tujuan hendaknya dinyatakan sebelum
pelaksanaan kegiatan, dan perlu diriview secara terus menerus baik isi
(substansi) maupun teknis penulisannya.
Tujuan pembelajaran merupakan deskripsi tentang perubahan perilaku
yang diinginkan atau deskripsi produk yang menunjukkan bahwa belajar telah
terjadi (Gerlach dan Ely, 1980). Tujuan pembelajaran itu merupakan bentuk
harapan yang dikomunikasikan melalui pertanyaan dengan cara menggambarkan
perubahan yang diinginkan pada diri siswa, yakni pernyataan tentang apa yang
diinginkan pada diri siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajar.
Pentingnya perumusan tujuan di dalam kegiatan pembelajaran adalah
karena adanya beberapa alasan:
1.
Memberikan
arah kegiatan pembelajaran. Bagi guru, tujuan pembelajaran akan mengarahkan
pemilihan strategi dan jenis kegiatan yang tepat. Sedangkan bagi siswa, tujuan
itu mengarahkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar yang diharapkan dan
mampu menggunakan waktu seefesien mungkin.
2.
Untuk
mengetahui kemajuan belajar dan perlu tidaknya pemberian pembelajaran
pembianaan bagi siswa (remedial teaching).
Dengan tujuan pembelajaran itu guru akan mengetahui seberapa jauh siswa telah
menguasai tujuan pembelajaran tertentu, dan tujuan pembelajaran yang mana yang
belum dikuasai.
3.
Sebagai
bahan komunikasi. Dengan tujuan pembelajaran guru dapat mengkomunikasikan
tujuan pembelajarannya kepada siswa
sehingga siswa dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
2.2 Tingkat
Spesifikasi Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran dapat dirumuskan pada berbagai tingkat
spesifikasi. Tujuan yang berspesifikasi umum disebut tujuan umum pembelajaran,
yakni berupa rumusan hasil belajar yang dapat dicapai dalam satu unit pembelajaran.
Tujuan yang berspesifikasi khusus disebut tujuan pembelajaran khusus, yakni
rumusan tentang hasil belajaran yang dapat dicapai dalam satu atau beberapa sub
unit pembelajaran.
1.
Tujuan
Pembelajaran Umum (TPU)
Tujuan Pembelajaran Umum
(TPU) merupakan hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam ukuran cukup umum yang
mencakup serangkaian hasil belajar yang bersifat spesifik. Misalnya menguasai
makna materi pembelajaran tertulis.
Satu masalah di dalam
merumuskan tujuan pembelajaran umum adalah pemilihan tingkat keumumannya.
Apabila guru merumuskan tujuan dalam bentuk lebih umum, ini berarti ia akan
menyediakan keterpaduan fakta-fakta dan keterampilan spesifik ke dalam
pola-pola respon yang lebih kompleks. Dengan menyatakan tujuan umum, guru dapat
memfokuskan pembelajaran dan tidak membatasi diri di dalam memilih metode
pembelajaran ataupun materi pembelajaran tertentu. Berikut disajikan beberapa
contoh tujuan pembelajaran umum:
a.
Mengetahui
istilah-istilah penting
b.
Memahami
konsep dan prinsip-prinsip
c.
Menerapkan prinsip-prinsip
di dalam situasi tertentu
d.
Menafsirkan
gambar-gambar
e.
Mendemonstrasikan
keterampilan berpikir kritis
f.
Mengapresiasi
karya seni
Kata kerja pada permulaan
masing-masing pernyataan tersebut adalah cukup umum. Derajat keumuman dapat
agak bervariasi Sesuai dengan periode pembelajaran. Tujuan unit pembelajaran
tertentu mungkin lebih spesifik daripada unit pembelajaran lainnya.
2.
Tujuan
Pembelajaran Khusus (TPK)
Tujuan Pembelajaran Khusus
(TPK) merupakan hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk untuk kerja siswa
yang dapat diamati dalam bersifat spesifik. Perumusan tujuan pembelajaran
khusus yang didasarkan pada tujuan pembelajaran umum adalah lebih mudah, dan
lebih jelas di dalam menyajikan tujuan pembelajaran.
Rumusan itu dapat
memperjelas jenis unjuk kerja siswa yang diinginkan dalam rangka mencapai
tujuan umum. Ini berarti bahwa setiap tujuan pembelajaran khusus hendaknya
relevan dengan tujuan pembelajaran umum. Rumusan tujuan khusus adalah
memberikan definisi tentang istilah dengan kata-katanya sendiri.
2.3 Taksonomi
Tujuan Pembelajaran
Istilah taksonomi pada mulanya berasal dari biologi yang digunakan
untuk mengklasifikasikan jenis-jenis
tanaman dan binatang. Kemudian istilah itu digunakan di dalam dunia pendidikan
untuk mengklasifikasikan kompleksitas tujuan pembelajaran secara hirarkhial.
Benyamin S. Bloom mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan
ranah belajar ,yaitu: ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik.
1.
Ranah
Kognitif (cognitive domain)
Ranah kognitif berkaitan
dengan hasil belajar berupa pengetahuan, kemampuan dan kemahiran intelektual.
Ranah kognitif mencakup kategori berikut:
a)
Pengetahuan
(knowledge)
Pengetahuan didefinisikan sebagai perilaku mengingat atau
mengenali informasi (materi pembelajaran) yang telah dipelajari sebelumnya,
meliputi pengingatan kembali tentang rentang materi yang luas, mulai dari fakta
spesifik sampai teori yang kompleks. Kemampuan yang termasuk dalam kategori ini
adalah mengingat atau mengenal informasi, menghitung fakta atau data, mengingat
proses, kaidah, definisi, mengutip undang-undang atau prosedur,
mendeskripsikan, menamai, mendaftar, menghubungkan, mereproduksi, memilih, dan
menyatakan.
b)
Pemahaman (comprehension)
Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan memperoleh makna dari
materi pembelajaran. Hal ini dapat ditunjukkan melalui penerjemahan materi
pembelajaran, dan melalui mengestimasikan kecenderungan masa depan. Kemampuan
yang termasuk dalam kategori ini adalah memahami makna, menyatakan kembali
informasi dengan kat-katanya sendiri, menafsirkan, mengekstrapolasi,
menterjemahkan, menjelaskan atau menafsirkan makna dari suatu pernyataan,
mereaksi atau menyelesaikan masalah, membuat contoh, mengkritik,
mengklasifikasi, meringkas, memuat ilustrasi, mereview, mendiskusikan,
melaporkan, menulis, membuat estimasi, dan membuat teori.
c)
Penerapan (application)
Penerapan mengacu pada kemampuan menggunakan materi pembelajaran
yang telah dipelajari di dalam situasi baru dan kongkrit. Hal ini mencakup
penerapan hal-hal seperti aturan, metode, konsep, prinsip-prinsip, dalil, dan
teori. Hasil pembelajaran ini memerlukan tingkat pemahaman yang lebih tinggi.
d) Analisis (analysis)
Analisis mengacu pada kemampuan memecahkan material ke dalam
bagian-bagian sehingga dapat dipahami struktur organisasinya. Hal ini mencakup
identifikasi bagian-bagian, analisis hubungan antar bagian dan mengenali
prinsip-prinsip pengorganisasian. Hasil belajar ini mencerminkan tingkat
intelektual lebih tinggi dari pemahaman dan penerapan, karena memerlukan
pemahaman isi dan bentuk structural materi pembelajaran yang telah dipelajari.
e)
Sintesis (synthesis)
Sintesis mengacu pada kemampuan menggabungkan bagian-bagian dalam
rangka membentuk struktur yang baru. Hal ini mencakup memproduksi komunikasi
yang unik (tema atau percakapan), perencanaan operasional (proposal), atau
seperangkat hubungan yang abstrak (skema untuk mengklasifikasi informasi).
Hasil belajar ini menekankan perilaku kreatif, dengan penekanan dasar pada
pembentukan struktur atau pola baru.
f)
Penilaian (evaluation)
Penilaian mengacu pada kemampuan membuat keputusan tentang nilai
materi pembelajaran (pernyataan, novel, evaluasi, puisi, laporan) untuk tujuan
tertentu. Keputusan itu didasarkan pada kriteria tertentu, mungkin berupa
kriteria internal (organisasi) atau kriteria ekternal (relevansi terhadap
tujuan) dan siswa dapat menetapkan kriteria sendiri.
Kata kerja operasional yang menunjukkan jenis perilaku pada ranah
kognitif adalah sebagai berikut:
Kategori
Jenis Perilaku
|
Kata
Kerja Operasional
|
a.
Pengetahuan
|
a.
Mengidentifikasi
b.
Menyebutkan
c.
Memberi nama pada
d.
Menunjukkan
e.
Menyusun daftar
f.
Menggarisbawahi
g.
Menjodohkan
h.
Memilih
i.
Memberi definisi
j.
Menyatakan
|
b.
Pemahaman
|
a.
Menjelaskan
b.
Menguraikan
c.
Merumuskan
d.
Merangkum
e.
Mengubah
f.
Memberikan contoh tentang
g.
Menyadu
h.
Meramalkan
i.
Menyimpulkan
j.
Memperkirakan
k.
Menerangkan
|
c.
Penerapan
|
a.
Mendemontrasikan
b.
Menghitung
c.
Menghubungkan
d.
Memperhitungkan
e.
Membuktikan
f.
Menghasilkan
g.
Menunjukkan
h.
Melengkapi
i.
Menyediakan
j.
Menyesuaikan
k.
Menemukan
|
d.
Analisis
|
a.
Memisahkan
b.
Menerima
c.
Menyisihkan
d.
Menghubungkan
e.
Memilih
f.
Membandingkan
g.
Mempertentangkan
h.
Membagi
i.
Membuat diagram/skema
j.
Menunjukkan hubungan
antara
|
e.
Sintesis
|
a.
Mengkategorikan
b.
Mengkombinasikan
c.
Mengarang
d.
Menciptakan
e.
Mendesain
f.
Mengatur
g.
Menyusun kembali
h.
Merangkaikan
i.
Menghubungkan
j.
Menyimpulkan
k.
Merancang
l.
Membuat pola
|
f.
Evaluasi
|
a.
Memperbandingkan
b.
Menyimpulkan
c.
Mengkritik
d.
Mengevaluir
e.
Membuktikan
f.
Memberikan argumentasi
g.
Menafsirkan
h.
Membahas
i.
Menaksir
j.
Memilih Antara
k.
Menguraikan
l.
Membedakan
m.
Melukiskan
n.
Mendukung
o.
menyokong
|
2.
Ranah
Afektif (affective domain)
Tujuan pembelajaran ini
berhubungan dengan perasaan ,sikap,minat,dan nilai. Kategori tujuannya
mencerminkan hirarki yang berentangan dari keinginan untuk menerima sampai
dengan pembentukan pola hidup.Kategori tujuan pembelajaran afektif adalah
sebagai berikut:
a)
Penerimaan
(receiving)
Penerimaan mengacu pada keingginan siswa untuk menghadirkan
rangsangan atau fenomena tertentu (aktifitas kelas ,buku teks,music,dan
sebagainya).Dari sudut pandang pembelajaran,ia berkaitan dengan memperoleh ,menangani,dan mengarahkan
perhatian siswa.Hasil belajar ini berentangan dari kesadaran sederhana tentang
adanya sesuatu sampai pada perhatian selektif yang menjadi bagian milik
individu siswa.Penerimaan ini mencerminkan tingkat hasil belajar paling rendah
di dalam ranah efektif.
b)
Penganggapan
(responding)
Mengacu pada partisipasi aktif pada diri siswa .Pada tingkat ini
siswa tidak hanya menghadirkan fenomena tertentu tetapi juga mereaksinya dengan
berbagai cara.Hasil belajar di bidang ini adalah penekanan pada kemahiran
merespon (membaca materi pembelajaran),keinginan merespon (mengerjakan tugas
secara sukarela ),atau kepuasan dalam merespon (membaca untuk hiburan).Tingkat
yag lebih tinggi dari kkategori ini
adalah mencakup tujuan pembelajaran yang umumnya diklasifikasikan ke
dalam minat siswa,yakni minat yang menekankan pencarian dan penikmatan kegiatan
tertentu.
c)
Penilaian (valuving)
Penilaian berkaitan dengan harga atau nilai yang melekat pada
objek fenomena atau perilaku tertentu pada diri siswa.Penilaian ini berentangan
dari penerimaan nilai yang lebih sederhana (keinginan memperbaiki keterampilan
kelompok ),sampai pada tingkat kesepakatan yang kompleks (bertanggung
jawab agar berfungsi secara efektif pada
kelompok).Penilaian didasarkan pada internalisasi seperangkat nilai tertentu
,namu menunjukkan nilai-nilai yang diungkapkan didalam perilaku yang
ditampakkan oleh siswa.Tujuan pembelajaran yang diklasifikasikan ke dalam sikap
dan apresiasi akan masuk ke dalam kategori ini.
d) Pengorganisasian (organization)
Pengorganisasian berkaitan dengan perangkaian nilai –nilai yang
berbeda ,memecahkan kembali konflik-konflik antar nilai,dan mulai menciptakan
system nilai yang konsisten secara internal.Hasil belajar ini dapat berkaitan
dengan konseptualisasi nilai(mengenali tanggung jawab setiap individu untuk
memperbaiki hubungan antar manusia )atau pengorganisasian system nilai
(mengembangkan rencana kerja yang memenuhi kebutuhan sendiri baik dalam hal
peningkatan ekonomi maupun pelayanan sosial).Tujuan pembelajaran yang berkaitan
dengan pengembangan pandangan hidup dapat dimasukkan kedalam kategori ini.
e)
Pembentukan
Pola Hidup (organization by a value
complex)
Pada tingkat ranah afektif ini ,individu siswa memiliki system
nilai yang telah mengendalikan perilakunya dalam waktu yang cukup lama sehingga
mampu mengembangkannya menjadi karakteristik gaya hidupnya.Perilaku pada
tingkat ini adalah bersifat pervasive ,konsisten,dan dapat diramalkan .Hasil
belajar pada tingkat ini mencakup berbagai aktivitas yang luas ,namun penekanan
dasarnya adalah pada kekhasan perilaku siswa atau siswa memiliki karakteristik
yang khas .
Kata kerja operasional yang menunjuk pada ranah afektif adalah
sebagai berikut :
KategoriJenis
Perilaku
|
Kata
KerjaOperasional
|
a.
Penerimaan
|
a.
Menanyakan
b.
Memilih
c.
Mengikuti
d.
Menjawab
e.
Melanjutkan
f.
Memberi
g.
Menyatakan
h.
Menempatkan
|
b.
Partisipasi
|
a.
Melaksanakan
b.
Membantu
c.
Menawarkan diri
d.
Menyambut
e.
Menolong
f.
Mendatangi
g.
Melaporkan
h.
Menyumbangkan
i.
Menyiesuaikan diri
j.
Berlatih
k.
Menampilkan
l.
Membawakan
m.
Mendiskusikan
n.
Menyelesaikan
o.
Menyatakan persetujuan
p.
Mempraktikkan
|
c.
Penilaian
|
a.
Menunjukkan
b.
Melaksanakan
c.
Menyatakan pendapat
d.
Mengikuti
e.
Mengambil prakarsa
f.
Memilih
g.
Ikut serta
h.
Menggabungkan diri
i.
Mengundang
j.
Mengusulkan
k.
Membela
l.
Menuntun
m.
Membenarkan
n.
Menolak
o.
Mengajar
|
d.
Organisasi
|
a.
Merumuskan
b.
Berpegang pada
c.
Mengintegrasikan
d.
Menghubungkan
e.
Mengaitkan
f.
Menyusun
g.
Mengubah
h.
Melengkapi
i.
Menyempurnakan
j.
Menyesuaikan
k.
Menyamakan
l.
Mengatur
m.
Memperbandingkan
n.
Mempertahankan
o.
Memodifikasikan
|
e.
Pembentukan Pola Hidup
|
a.
Bertindak
b.
Menyatakan
c.
Memprlihatkan
d.
Mempraktikkan
e.
Melayani
f.
Mengundurkan diri
g.
Membuktikkan
h.
Menunjukkan
i.
Bertahan
j.
Mempertimbangkan
k.
Mempersoalkan
|
3.
Ranah Psikomotorik
(psychomotoric domain)
Tujuan pembelajaran ranah
psikomotorik menunjukkan adanya kemampuan fisik seperti keterampilan motorik
dan syaraf ,manipulasi objek ,dan koordinasi syaraf. Penjabaran ranah
psikomotorik ini sangat sukar karena sering kali tumpang tindih dengn ranah
kognitif dan afektif. Kategori jenis perilaku untuk ranah psikomotorik menurut
Elizabet Simpson adalah sebagai berikut:
a)
Persepsi (perception)
Persepsi ini berkaitan dengan penggunaan organ penginderaan untuk
memperoleh petunjuk yang memandu kegiatan motorik .kategori ini berentangan
dari rangsangan penginderaan (kesadaran akan adanya stimulus),melalui pemberian
petunjuk pemilihan (memilih petunjuk yang relevan dengan tugas),sampai
penerjemahan (menghubungkan persepsi pada petunjuk dengan tindakan di dalam
sesuatu perbuata tertentu).
b)
Kesiapan (set)
Kesiapan mengacu pada pengambilan tipe kegiatan tertentu .Kategori
ini mencakup kesiapan mental (kesiapan mental untuk bertindak), kesiapan
jasmani (kesiapan jasmani untuk bertindak),dan kesiapan mental (keinginan untuk
bertindak).Pada tingkat ini persepsi terhadap petunjuk menjadi prasyarat
p;enting.
c)
Gerakan
terbimbing (guided response)
Gerakan terbimbing berkaitan dengan tahap-tahap awal didalam
belajar keterampilan kompleks.Ia meliputi
peniruan (mengulangi tindakan yang didemontrasikan oleh guru) dan
mencoba-coba (dengan menggunakan pendekatan gerakan ganda untuk
mengidentifikasikan gerakan yang baik).Kecukupan unjuk kerja ditentukan oleh
guru atau oleh seperangkat criteria yang sesuai.
d)
Gerakan
terbiasa (mechanism)
Gerakan terbiasa berkaitan
dengan tindakan unjuk kerja dimana gerakanyang telah dipelajari itu
telah menjadi biasa dan gerakan dapat dilakukan
dengan sangat menyakinkan dan
mahir.Hasil belajar pada tingkat ini berkaitan dengan keterampilan unjuk kerja
dari berbagai tipe ,namun pola-pola gerakannya kurang kompleks dibandingkam
dengan tingkatan berikutnya yang lebih tinggi .
e)
Gerakan
kompleks (complex overt response)
Gerakan kompleks berkaitan dengan kemahiran unjuk kerja dari
tindakan motorik yang mencakup pola-pola gerakan yang kompleks .Kecakapan
ditunjukkan melalui kecepatan ,kehalusan,keakuratan,dan yang memerlukan energy
minimum .Kategori ini mencakup pemecahan hal-hal yang tidak menentu (bertindak
tanpa ragu-ragu)dan unjuk kerja otomatis (gerakan dilakukan dengan mudah dan
pengendalian yang baik).Hasil belajar pada tingkat ini mencakup kegiatan
motorik yang sangat terkoordinasi).
f)
Penyesuaian
(adaption)
Penyesuaian berkaitan dengan keterampilan yang dikembangkan sangat
baik sehingga individu siswa dapat memodifikasi pola-pola gerakan sesuai dengan
persyaratan-persyaratan baru atau ketika menemui situasi masalah baru.
g)
Kreativitas
(originality)
Kreativitas mengacu pada penciptaan pola-pola gerakan baru untuk
disesuaikan dengan situasi tertentu atau masalah-masalah tertentu.Hasil belajar
pada tingkat ni menekankan aktivitas yang didasarkan pada keterampilan yang
benar-benar telah dikembangkan.
Kata kerja operasional yang menunjuk pada ranah psikomotorik
adalah sebagai berikut:
Kategori
Jenis Perilaku
|
Kata
KerjaOperasional
|
a.
Persepsi
|
a.
Memilih
b.
Membedakan
c.
Mempersiapkan
d.
Menyisihkan
e.
Menunjukkan
f.
Mengidentifikasikan
g.
Menghubungkan
|
b.
Kesiapan
|
a.
Memulai
b.
Mengawali
c.
Bereaksi
d.
Mempersiapkan
e.
Memprakarsai
f.
Menanggapi
g.
Mempertunjukkan
|
c.
Gerakan Terbimbing
|
a.
Mempraktikkan
b.
Memainkan
c.
Mengikuti
d.
Mengerjakan
e.
Membuat
f.
Mencoba
g.
Memperlihatkan
h.
Memasang
i.
Membongkar
|
d.
Gerakan Terbimbing
|
a.
Mempraktikkan
b.
Memainkan
c.
Mengikuti
d.
Mengerjakan
e.
Membuat
f.
Mencoba
g.
Memperlihatkan
h.
Memasang
i.
Membongkar
|
e.
Gerakan terbiasa
|
a.
Mengoperasikan
b.
Membangun
c.
Memasang
d.
Membongkan
e.
Memperbaiki
f.
Melaksanakan
g.
Mengerjakan
h.
Menyusun
i.
Menggunakan
j.
Mengatur
k.
Mendemontrasikan
l.
Memainkan
m.
Menangani
|
f.
Gerakan Kompleks
|
a.
Mengoperasikan
b.
Membangun
c.
Memasang
d.
Membongkar
e.
Memperbaiki
f.
Melaksanakan
g.
Mengerjakan
h.
Menyusun
i.
Menggunakan
j.
Mengatur
k.
Mendemontrasikan
l.
Memainkan
m.
Menangani
|
g.
Penyesuaian Pola Gerakan
|
a.
Mengubah
b.
Mengadaptasikan
c.
Mengatur Kembali
d.
Membuat Variasi
|
h.
Kreativitas
|
a.
Merancang
b.
Menyusun
c.
Menciptakan
d.
Mendesain
e.
Mengkombinasikan
f.
Mengatur
g.
Merencanakan
|
2.4 Merumuskan
Tujuan Pembelajaran
Perumusan tujuan merupakan aspek penting didalam kegiatan
pembelajarn karena tujuan itu akan memberikan arah dan pemilihan strategi pembelajaran.Tujuan yang
membingungkan sudah barang tentu akan mengarahkan pada kegiatan yang cenderung
banyak yang menghabiskan biaya,waktu dan tenaga. Tujuan pembelajaran yang baik
akan mengandung empat unsur pokok yaitu: (1) menyatakan orang (siswa)yang akan
melakukan sesuatu kegiatan, (2) menggambarkan sesuatu yang dilakukan atau
dihasilkan oleh siswa, (3) menyatakan kondisi dimana perilaku itu terjadi, (4)
menyatakan standar yang menetapkan perolehan tujuan.
1.
Siswa (Audiences)
Tujuan pembelajaran khusus
disamping menunjukkan jenis kegiatan yang harus dilakukan juga hasil yang harus
dicapai oleh siswa,setelah mengalami proses pembelajaran .
2.
Perilaku (behavior)
Komponen perilaku siswa
menggambarkan apa yang akan terjadi ,atau unjuk kerja yang akan menjadi penanda
bahwa belajar telah terjadi .
3.
Kondisi (condition)
Komponen kondisi pada tujuan
adalah bersifat tetap,yakni konteks dimana perilaku siswa aka ditampilkan
.Kondisi itu biasanya menspesifikan materi pembelajaran ,sumber daya yang
diperlukan atau keterbatasan yang dihadapi.
4.
Kriteria (criterion)
Komponen criteria pada
tujuan merupakan bagian yang menyatakan tentang seberapa baik perilaku siswa
aka ditampilkan.Kriteria ini dapat diungkapkan seperti presentase jawaban yang
benar ,waktu penyelesaian dan sejenisnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasrkan pada pemaparan ada BAB II, penulis dapat menarik
beberap kesimpulan agar dapat mempermudah pembaca dalam memahami isi dari
makalah yang telah di buat. Adapun kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut:
·
Tujuan
pembelajaran itu merupakan bentuk harapan yang dikomunikasikan melalui
pertanyaan dengan cara menggambarkan perubahan yang diinginkan pada diri siswa,
yakni pernyataan tentang apa yang diinginkan pada diri siswa setelah
menyelesaikan pengalaman belajar.
·
Tujuan
pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1.
Tujuan
Pembelajaran Umum (TPU) merupakan hasil pembelajaran yang dinyatakan dalam
ukuran cukup umum yang mencakup serangkaian hasil belajar yang bersifat
spesifik.
2.
Tujuan
Pembelajaran Khusus (TPK) merupakan hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk
untuk kerja siswa yang dapat diamati dalam bersifat spesifik.
·
Benyamin S.
Bloom mengusulkan tiga taksonomi yang disebut dengan ranah belajar ,yaitu
1.
Ranah
Kognitif (cognitive domain)
2.
Ranah
Afektif (affective domain)
3.
Ranah
Psikomotorik (psychomotoric domain)
·
Tujuan
pembelajaran yang baik akan mengandung empat unsur pokok yaitu: (1) menyatakan
orang (siswa)yang akan melakukan sesuatu kegiatan, (2) menggambarkan sesuatu
yang dilakukan atau dihasilkan oleh siswa, (3) menyatakan kondisi dimana perilaku
itu terjadi, (4) menyatakan standar yang menetapkan perolehan tujuan.
3.2 Kritik dan
Saran
Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini terdapat
banyak sekali kesalahan, oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun selalu
penulis tunggu sebagai media koreksi untuk pembuatan makalah selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Rifa’i,
Achmad. 2007. Evaluasi Pembelajaran.
Semarang: UNNES PRESS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar